Jumat, 04 Juli 2014

MERANGKAI KEHIDUPAN PANJANG



PENDIDIKAN KEJUJURAN KUNCI KEBERHASILAN PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si

Banyaknya konsep pengelolaan pendidikan yang di luncurkan oleh para ahli dewasa ini mengundang reaksi yang beraneka ragam dari semua kalangan  yang peduli terhadap kemajuan dan keberhasilan pendidikan negeri ini, dari beragam teori proses cara mendapatkan input obyek didik, kegiatan pembelajaran hingga proses evaluasi. Tetapi semua teori yang di munculkan oleh para pakar pendidikan, masih saja di anggap belum mampu menampilkan keberhasilan mutu pendidikan di negara ini. Di lakukan perubahan- perubahan dari yang kecil hingga mendasar selalu saja “ jauh panggang dari asap”.Apakah teori- teorinya yang salah, sehingga  kita selalu saja tidak pernah mencapai sasaran, masalah selalu datang silih berganti menerpa negeri ini. Korupsi terjadi di mana-mana walau sudah di lakukan berbagai aturan dan tekanan sanksi bagi pelanggar baik melalui denda maupun dengan hukuman penjara.
Kolusi merupakan salah satu penyakit yang mengakar kuat di masyarakat kita, karena melalui jalan itu kadang orang berusaha untuk mendapatkan keberhasilan. Tentunya bila mereka sudah berhasil akan menggunakan segala cara untuk mengembalikan modal yang sudah  mereka keluarkann dalam hal ini adalah untuk  kolusi tersebut. Bahkan akhir-akhir ini tersiar informasi yang luas bahwa kejaksaan yang merupakan institusi penting di dalam dunia peradilan justru teracuni oleh buruknya moralitas bangsa tersebut. Penipuan, pencurian, perampokan bahkan pembunuhan seringkali menghiasi mas media yang beredar setiap hari, membuat kita layak berfikir bersama, ada apa sebenarnya yang terjadi di bangsa kita tercinta ini. 
Dari banyaknya kasus tersebut kita pantas melakukan introspeksi sejenak untuk ikut serta mencari alternatif solusi bagi segala permasalahan di negeri Indonesia tercinta ini. Memperkuat hukum adalah salah satu alternative solusi, dalam rangka mempersempit ruang untuk tindak- tindak kejahatan yang terjadi, karena dengan di persempit gerakannya maka kekuatan penyimpangan  sosial itu akan lumpuh secara perlahan. Produk hukum di negeri ini bagaikan jamur di musim penghujan, tumbuh subur sehingga banyak undang- undang yang baru sehingga mampu menunjukkan lembaga pembuat undang-undang bukanlah institusi yang mandul dan tidak mampu berkarya.
Tetapi kita kembali bertanya-tanya, mengapa banyaknya produk hukum inipun belum mampu mengubah keadaan negeri ini menjadi lebih baik dan terbebas dari segala permasalahan yang mendera negeri ini.Tindakan kejahatan masih saja merajalela di mana-mana tanpa kenal waktu dan musim walaupun sudah tercipta peraturan- peraturan yang sedemikian banyak.
Penangkapan terhadap para pelaku kejahatan sudah banyak di lakukan, baik koruptor tingkat kabupaten, propinsi bahkan sampai yang level nasional. Berbagai jenis hukuman sudah di berikan para pelanggar peraturan, dari bulanan hingga tahunan ternyata tidak mampu memberikan efek jera untuk timbulnya pelanggar- pelanggar peraturan yang baru  dan lama yang mengulangi kembali. Seakan mereka tidak pernah mendapatkan pengetahuan tentang efek dari segala yang mereka lakukan di dunia ini pada saat mereka dahulu duduk di bangku pendidikan. Apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini, tidakkah ada solusi…? Tidakkah akan berakhir segala permasalahan yang mendera bangsa ini…?
PENDIDIKAN KEJUJURAN
Jujur seringkali diabaikan di dalam menjalani kehidupan sehari-sehari, bahkan seringkali terdengar pameo negatif yang mengatakan “ Jujur hancur “, yang dapat di analogikan bahwa orang yang bertindak jujur justru akan mendapat kehancuran dan tidak pernah memperoleh keberhasilan.  Namun sebenarnya kejujuran memiliki arti yang sangat penting dalam rangka membentuk kondisi yang kondusif di dalam mencapai kehidupan bahagia di dunia-akhirat. Kejujuran di landasi sebuah sikap dasar setiap langkah hanya takut akan di ketahui oleh Allah SWT Sang Pencipta Alam Semesta ini.  
Tentunya kita tidak akan mungkin mampu lepas dari pandangan Allah SWT Yang Maha melihat setiap kejadian yang ada di seluruh alam kita tercinta. Kadang kita memandang kecil sebuah arti kejujuran dalam kehidupan dengan sebelah mata tanpa berkenan untuk melakukan kajian lebih jauh. Kadang kita lebih asyik melakukan sesuatu atas dasar pujian atasan demi untuk kesuksesan diri saja, walaupun kadang-kadang lepas dari kebenaran dan kejujuran yang hakiki. Hal itu karena terkait dengan keamanan dan eksistensi diri dan kenikmatan untuk mendapatkan fasilitas duniawi semata.
Bila remaja selalu di jejali dengan informasi dan kejadian-kejadin yang demikian, di dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, masyarakat dan sekolah maka mereka pasti akan berkembang menjadi penerus bangsa yang lebih penipu, lebih korup dan lebih tidak jujur di bandingkan saat ini. Begitu banyak pelajaran yang di peroleh oleh anak-anak kita dari berbagai media tentang kebohongan terencana. Setiap hari di suguhkan kabar tentang ketidak jujuran yang di lakukan oleh para pejabat, sampai rakyat biasa tanpa pernah ada langkah untuk memperbaiki keadaan dan selalu mengulang-ulang kebobrokan dengan memberikan informasi serta data yang tidak jujur untuk mendapatkan keberhasilan dan kondisi yang aman diri masing-masing.
Konsep pendidikan karakter yang saat ini di gemborkan di kalangan dunia pendidikan menjadi tidak ada artinya manakala tidak di sertai dengan kemauan yang tinggi dari semua pihak dan tindakan yang nyata berbagai elemen masyarakat. Dalam hal pendidikan kejujuran ini tentunya harus di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh warga sekolah dari kasta tertinggi hingga terendah.Jangan pernah ada kebohongan terencana apalagi sebuah kebohongan sistem yang melibatkan kelompok untuk berbuat tidak jujur yang sangat membahayakan eksistensi dan kebersamaan sebuah lembaga bahkan negara.
Upaya untuk meraih nilai baik ujian dengan cara tidak jujur, mencari pujian atasan dengan segala cara yang tidak terpuji dan melepaskan nilai-nilai kejujuran harus segera di tanggalkan agar tidak menjadi contoh bagi calon penerus bangsa. Berani berkata “ Tidak “ bila melihat hal yang tidak benar, walau yang melakukan atasan kita, harus di kembangkan demi sebuah kebenaran dan kejujuran walau mungkin sangat menyakitkan efeknya.Saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk memulai langkah kebaikan tersebut dengan melakukan evaluasi diri bersama-sama.
Penulis yakin bila hal itu benar-benar sudah di lakukan maka akan terlahir anak-anak bangsa masa depan yang selalu menjunjung tinggi kejujuran, karena hanya untuk mencari ridlo Allah SWT. Akibat lebih jauh dari segala kejujuran adalah kebaikan dan kemakmuran bangsa ini seperti yang di cita-citakan, Amin.       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar