Sabtu, 28 Juni 2014

KEPEDULIANKU



MENGURAI KEMACETAN TRANSPORTASI PADA JALUR DEMAK SELATAN
OLEH:HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si

            Kabupaten Demak memiliki masa lalu sejarah yang sangat penting alam perkembangan penyebaran agama islam di pulau Jawa.Dengan dukungan para wali, Kerajaan Demak mampu menampilkan diri sebagai daerah yang berkembang cukup pesat bahkan di segani oleh penjajah Belanda di eranya. Hal itu tidak bisa di lepaskan dari lancar dan terjangkaunya sarana transportasi yang menghubungkan antar daerah di dalamnya maupun keluar guna menjalin komunikasi dengan dan melakukan aktivitas perdagangan dengan luar.Faktor  letak menjadi yang utama, karena berada di antara daerah-daerah besar seperti Jepara, Kudus dan Semarang.
            Perubahan jaman membawa permasalahan yang sangat kompleks bagi para penduduk penghuni daerah kota Wali ini.Hampir setiap hari di jalur Demak bagian selatan yang meliputi Kecamatan Mranggen, Karangawen terjadi kemacetan yang sangat panjang sehingga sangat menghambat aktivitas warganya yang di tuntut cepat dan tepat untuk lancarnya aktifitas. Petugas kepolisian yang di terjunkan menjadi sangat repot dengan kondisi ini,karena pengguna jalan selalu berebut untuk bisa mendapatkan jalur yang lebih cepat. Ada 3 faktor kemacetan utamadi daerah jalur Semarang-Purwodadi ini: 1. Pasar ( Pasar Mranggen, Pasar Ganefo), Jalur kereta Api dan pabrik.
            Sebagai warga, penulis melihat ada beberapa alternatif solusi untuk mengatasi kemacetan yang sangat mengganggu kelancaran aktifitas dan tentunya sangat melelahkan ini.Pertama, Memberikan sosialisasi tertib lalulintas dan sanksi yang tegas terhadap pelaku pelanggaran di jalan raya. Dengan kondisi tuntutan tepat waktu pada tempat aktifitas masing-masing ternyata menyeret mereka pada tindakan yang kadang tidak terpuji dan melanggar aturan lalulintas.Hal yang demikian tanpa di sadari berakibat pada kemacetan yang berefek pada orang lain yang memanjang.
            Ke-dua, adanya jalur rel kereta api yang melintang di dekat pasar Ganefo ternyata berdampak cukup signifikan terhadap terjadinya kemacetan yang membuat transportasi dan komunikasi menjadi sangat lama dan melelahkan bagi para pengguna jalan, apalagi bagi yang melakukan perjalanan luar kota. Cara yang mungkin untuk mengatasinya adalah dengan melakukan kerjasama beberapa departemen terkait untuk membuat jembatan layang. Pemecahan masalah ini di samping mampu mengurai kemacetan juga akan mengurangi kecelakaan terpeleset rel kereta api yang sering terjadi. Bila kondisi hujan dengan letak jalur kereta api yang menyilang dengan badan jalan mengakibatkan banyak pengendara sepeda motor yang terpeleset dan jatuh. Akhirnya rangkaian pengendara akan berjalan mengular sangat panjang karena harus pelan dan hati-hati, apalagi di tambah dengan banyak yang berjalan tidak dengan disiplin lalulintas akan menambah kacau di perjalanan.
            Alternatif solusi yang ke-tiga adalah dengan membuka dan membuat jalur-jalur alternatif yang baru dengan jalan lingkar. Ada dua jalur lingkar yang penulis coba suguhkan:1. Jalur selatan dengan melakukan kerjasama lintas Pemerintah daerah dengan PEMKOT  Semarang. Adanya jembatan yang terdapat di daerah pucanggading yang melintas di dekat lapangan Golf dan perumakan klipang akan sangat membantu mengurai kemacetan di jalur Demak selatan.2. Memperbaiki jalan pedesaan jalur Bulusari, Tegalarum yang akan sangat membantu mengurangi kemacetan, karena penduduk karangawen akan dapat menempuh jalur ini ke semarang utamanya untuk tujuan Genuk.3. Alternatif solusi yang paling banyak di perbincangkan akhir-akhir ini adalah pembuatan jalan lingkar yang menelan dana yang sangat besar sehingga sekarang belum kunjung jalan proses kelanjutannya.
            Penulis yakin,bila beberapa alternatif solusi tadi bisa di jadikan bahan pertimbangan oleh pemegang kebijakan untuk melakukan langkah perbaikan agar mampu membawa kemajuan kabupaten Demak di masa yang akan datang.

                                                                        PENULIS
                                                HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si
                                                GURU SMP N 3 MRANGGEN
                                                PEMERHATI MASALAH SOSIAL DAN OLAH RAGA  

PUISI RINDU



SENANDUNG KERINDUAN I
Sayup suara burung malam
Kepak kelelawar tebarkan rasa kesepian
Padamkan pesona dunia kelam
Hanyutkan kokohnya tembok raksasa kehidupan
         
Sesosok tubuh berkelebat
          Sesungging senyum melintas
          Sayup hadirkan dendang kerinduan
          Masa lalu yang sudah terlalui

Wajah lembut nan sayu
Tubuh indah menawan
Keceriaan berbalut luka
Bangkitkan hasrat untuk berjumpa
         
Nyanyian alam
          Alunkan nada-nada kehilangan
          Senandungkan kidung kerinduan.....
Hery Sarwanto
SMPN 3 Mranggen, Demak
                                       
SENANDUNG KERINDUAN II
Kemunafikan...
Gambarkan usainya sebuah kebenaran
Hilangnya naluri kemanusiaan
Terhempasnya kejujuran
       
Ketertutupan...
        Bangkitkan rasa keingintahuan
        Suburkan skenario persekongkolan
        Sirami benih-benih penipuan

Ku rindu... indahnya kebersamaan
Ku rindu... akan kejujuran
Ku rindu... pesona kebenaran
Menyanyikan senandung rindu keberhasilan

 Hery Sarwanto
SMPN 3 Mranggen, Demak

                                        SENANDUNG KERINDUAN III

Rangkaian kata tertata untuk sang Raja
Rangkaian Alibi warnai sensasi
Bangkitkan gelora di dalam dada
Obsesi tinggi tanpa nurani
         
Buah karya tanpa rasa
          sejuta noda tiada warna
          Aroma dusta dalam sketsa
          Dinamika Irama angkara

Seuntai bunga  aroma keberhasilan
Menguak badai kedustaan
Bangunkan dari nista kebodohan
Bangkitkan etos perjuangan
         
Ku sentuh dengan kelembutan
          Ku sayat penuh kemesraan
          Ku bongkar nuansa ketidak harmonisan
          Ku rindukan kebersamaan... Untuk Keberhasilan
                                        Hery Sarwanto
SMPN 3 Mranggen, Demak
                                       


SENANDUNG KERINDUAN  IV
Sejuta hasrat untuk bersua
Beribu riang berbalut  lara
Pesona nikmat dalam surga
Mengalun tembang penantian insan yang rela
Tinggalkan rasa letih dalam dada
Menghalau nafsu dan angkara
Bangkitkan gelora kasih sesama
Alirkan gemericik langgam kebersamaan
Hati...hati nan perkasa
Tafakkur dalam do’a dan sembah-NYA
Hasrat raih segala rahmat
Rengkuh indahnya do’a dan pengampunan
                                Marhaban Ya Ramadhan
                                Bulan penuh rahmat dan ampunan
                                Ungkapkan rindu kasih Ilahi
                                Dari hati insan yang bernurani
Alqur’an penuh mukjiyat lahir bersamamu
Lailatul qodar penuh Rahmat menyertaimu
Bangkitkan rinduku....
Atas rangkaian nikmat dan karunia-MU

                                                                                                BY: HERY SARWANTO


                                SENANDUNG KERINDUAN  V
Dingin menggigil
Derita di antara sejuta karya
Tatanan etalase terpancar ke angkasa
Ciptakan gending lembut berasa hampa
                        Angan-angan yang terbang ke awan
                        Ciptakan jaring laba-laba kekuasaan
                        Rintih dan perih tiada berarti
                        Tangisan tak jadi hambatan ambisi
Ambisi yang matikan empati diri
Tinggi hati hilangkan rasa peduli
Ku rindu... hadirnya kepedulian
Ku rindu... senyuman lahir dari hati terdalam...tanpa keterpaksaan


                                                                                                                BY: HERY SARWANTO


SENANDUNG KERINDUAN VI
Gemeretak menggelegar di udara
Suara hati nan lara
Aroma dusta
Bangkitkan genderang arogansi nyata
                Suara-suara tanpa birama
                Hadirkan hari penuh lara
                Luluhkan semangat kreasi dan ide kerja
                Bangkitkan rasa malas untuk berkarya
Ide-ide persekongkolan
Wajah-wajah penuh muslihat
Tembang dusta dan durjana pimpinan
Tanpa irama duli dan kebersamaan
                Ku rindu.....hadirnya rasa empati
                Ku rindu.....suara lembut dari dalam hati
                Alunkan tembang kesamaan penghargaan
                Lukiskan nuansa adil dan melihat kenyataan


                                                BY: HERY SARWANTO




GURU SANG PENGANTAR



JANGAN PAKSA ANAK DIDIK SAMA DENGAN KITA
OLEH:
 HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si

            Menurut Driyarkara pendidikan adalah upaya untuk memanusiakan manusia muda,sehingga merupakan kewajiban bagi kita yang lebih dewasa untuk memberikan upaya yang terbaik untuk menyampaikan pendidikan kepada anak-anak untuk masa depan mereka. Pengelolaan waktu yang efesien dan tepat merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan, agar mereka terbiasa bertanggung jawab terhadap diri maupun orang lain di masa yang akan datang. Semakin hari seiring dengan pertumbuhan yang dialami akan membawa penambahan masalah yang semakin kompleks,sehingga membutuhkan kematangan diri dan pengendalian emosi dengan penggunaan logika pemikiran yang baik.
            Pada saat anak memasuki usia pendidikan formal sangat dibutuhkan kejelian dan kemampuan khusus untuk melakukan eksplorasi terhadap potensi yang dimiliki oleh siswa agar mendapatkan hasil kualitas diri yang maksimal tanpa ada keterpaksaan dan penodaan terhadap nilai- nilai moralitas.Di dalam teori pendidikan ( KONVERGENSI ) disampaikan bahwa anak manusia yang dibekali dengan bakat ternyata harus di arahkan melalui pendidikan yang sesuai dan cocok untuk karakter dan potensi yang dimiliki oleh anak didik. Dari hasil bimbingan yang benar yang di- lakukan oleh guru  akan mampu membangkitkan motivasi dan karakter diri yang tinggi untuk berjuang melakukan perbaikan terhadap kualitas diri baik secara lahir maupun batin. Prestasi akan datang sendiri sesuai dengan potensi dan fitrah dari Allah SWT apabila kita sudah melaksanakan proses pembimbingan secara rutin dengan benar dan konseptual.
 PENDIDIK SEBAGAI  JEMBATAN
            Peran sentral yang dilakoni oleh pendidik adalah sebagai penyampai informasi dan penghubung antara kegelapan dan terangnya informasi keilmuan. Artinya pula guru menjembatani antara kebutaan ilmu pengetahuan dengan terangnya akan ilmu, sehingga harus ada wawasan yang luas yang dimiliki guru agar mampu mengantarkan peserta didik menuju dunia yang lebih universal dan ketat akan persaingan hidup. Sang pendidik harus mau mengantarkan siapapun tanpa pandang bulu menuju target masa depan obyek didik.
            Hal penting yang seharusnya kita miliki adalah kemampuan untuk mengerti dan menyadari bahwa anak asuh kita tidak akan pernah sama dengan kita sehingga bagaimanapun kita tidak boleh membuat peserta didik menjadi kita. Masalah yang timbul bila siswa ditekan demikian ketat untuk mencapai maksud pendidik adalah sebuah kehancuran karena keliru proses dan arah pendidikan. Seorang guru mengajar mata pelajaran X memaksakan pelajaran yang disampaikan harus istimewa dikuasai siswa, sedangkan guru Y,Z,A,B,C juga demikian sama memaksa peserta didiknya untuk hasil yang sangat baik kepada siswanya, tentunya hal yang sangat berat harus dipikul oleh siswa selama menjalani proses pembelajaran di sekolah. Padahal seharusnya kita para pelaku pendidikan hanya menjadi penghantar anak- anak peserta didik menuju lembar kesuksesan.
            Batasan kesuksesan seorang anak tentunya tidak bias digeneralissi antara satu dengan yang lain. Ada yang bilang berhasil bila dapat nilai metematika 8, ada yang kalau dapat nilai bahasa Inggris 8, tapi ada yang mengatakan berhasil bila sudah bisa menari atau di katakana berhasil bila masuk menjadi tim olah raga kabupaten, dll. Dengan banyaknya ragam batasan keberhasilan tentunya sebagai guru kita harus membekali diri dengan niat untuk mengantarkan anak didik kita ke jalan sukses mereka masing – masing dengan jalan yang akan di tempuh berbeda pula. Kita harus menggali potensi yang ada pada anak dengan penuh keikhlasan sehingga akan tergali potensi yang ada  pada diri siswa. Jangan sampai terjadi bahkan anak didik di jadikan eksploitasi untuk kepentingan sekolah dengan di paksa untuk meraih nilai tinggi pada salah satu mapel sehingga tidak mempedulikan potensi yang anak miliki untuk di kembangkan. Bila yang terjadi demikian maka yang lahir adalah anak – anak bangsa yang tidak bisa inovatif dan cenderung menunggu di kendalikan orang lain.
Karena adanya niat terselubung , yaitu melakukan aktifitas tetapi tujuannya tidak ada keterbukaan, maka  yang akan terjadi adalah penerus bangsa yang selalu licik dan memanfaatkan segala sesuatu hanya untuk kepentingan dirinya.
Kiranya hal – hal yang penulis paparkan di atas layak menjadi bahan kajian untuk bahan pemikiran kita bersama yang bergelut di dunia pendidikan,dalam melakukan kegiatan mendidik anak- anak kita. Sehingga kita mampu mewarnai para remaja calon pemimpin bangsa untuk selalu berani melakukan inovasi dan berkarya  sesuai dengan bakat dan potensi diri yang mereka miliki masing – masing. Sebuah harapan pula kiranya para penerus bangsa terbentuk dengan kondisi yang ada di alam ini,mampu bertahahan dari goncangan yang menerpa dan selalu berfikir untuk menjadi anak- anak yang berguna bagi bangsa karena prestasi dan kemampuan yang mereka miliki.